
Sekedar diketahui bahwa beberapa hari yang lalu ada beberapa jamaah yang di daftarkan untuk di safari wukufkan mengingat kondisi mereka yang lanjut usia. Namun keputusan akhir dari BPHI akhirnya jamaah kloter 9 BDJ tidak ada yang di safari wukuf kan.
Menjelang keberangkatan jamaah selalu diingatkan akan kesehatan dan masing masing rombongan akan mengadakan sholat hajat di penginapan baik lantai 13, 14 dan 15.
Hal ini dikatakan ketua kloter H Kamal melalui siaran langsung via telepon dengan Kepala Kementerian Agama Kotabaru, H Ahmad Sawiti di Studio Radio Gema Saijaan Fm.
"Jamaah saat ini hanya sholat di mesjid terdekat di pondokan, dan untuk transportasi ke Masjidil Haram sudah dihentikan," ungkap Kamal.
Masih kata H Kamal, untuk lokasi di Arafah nantinya kloter 9 BDJ akan berdampingan dengan kloter 31 Surabaya dan kloter 65 Jakarta. Dan batas batas kloter sudah diletakkan tanda spanduk.
Kemenag Kotabaru, H Sawitri mengingatkan kepada ketua kloter agar jamaah mengutamakan sabar, kekompakan, dan menjaga nama baik Kalsel bahkan Indonesia umumnya.
Hal ini ditanggapi oleh ketua kloter bahwa selalu memberikan himbauan dan pemantapan manasik kepada jamaah untuk persiapan di Arafah nantinya.
"Insyaallah, semua jamaah sudah siap menuju ke Arafah baik fisik maupun mental," ungkap Kamal.
Selain itu Kemenag Kotabaru, H Ahmad Sawiti juga berbincang dengan Kemenag Tanah Bumbu, H Jamaludin.
Dan Kemenag Tanah Bumbu, H Jamaludin juga melakukan dialog via telepon dengan H Aliansyah TPHD Tanbu di kota Mekkah menanyakan tentang keadaan jamaah disana.
Sekedar diketahui bahwa kloter 9 BDJ ini tergabung tiga kabupaten diantaranya Kotabaru 174 orang, Tanah Bumbu 134 orang dan Barito Kuala 9 orang.
- Penulis : Fadjeriansyah - Editor : Rian - Sumber : Gema Saijaan Online